Baru-baru ini kembali terjadi teror bom untuk yang kesekian kalinya di Indonesia. Kali ini teror bom terjadi di Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur pada Rabu malam, 24 Mei 2017. Dua hari sebelum kejadian ini, tepatnya pada tanggal 22 Mei 2017 terjadi pula teror bom di Manchester, Inggris. Dalam peristiwa teror bom ini Menteri Menpolhukam mengatakan ada kesamaan antara teror bom Kampung Melayu dengan teror bom di Manchester.

Menurut Wiranto, sedikitnya ada tiga kemiripan karakter. Pertama , bom itu sama-sama untuk menunjukkan eksistensi peneror. Kedua, membuat korban sebesar-besarnya. Ketiga, mengancam eksistensi negara. Wiranto mengutuk keras serangan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu.

Wiranto juga menjelaskan , kini banyak negara bersepakat memerangi terorisme bersama-sama. Kesepakatan itu diambil ketika Wiranto ikut dalam pertemuan pejabat tinggi, yang bertanggung jawab terhadap masalah keamanan di Arab Saudi dan Rusia. Intinya dari pertemuan dua negara tersebut, semua negara akan bekerja sama untuk menanggulangi terorisme dan menjadikan para teroris sebagai musuh bersama, dalam hal ini gerakan yang dikenal sebagai ISIS.

Selain Wiranto, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto juga menyatakan komposisi bom Kampung Melayu nyaris sama dengan bom di Manchester, yang menyasar konser Ariana Grande, pada Senin 22 Mei 2017. Setyo berujar, di lokasi ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu, petugas menemukan serpihan logam, kain, serta gotri. Komposisi itu mirip dengan bom di Manchester. Pelaku bom Kampung Melayu dan Menchester diduga kuat berafiliasi dengan kelompok ekstrim ISIS.

Pengamat intelejen dan terorisme Wawan Purwanto mengatakan bahwa ledakan bom yang terjadi di Kampung Melayu diduga dilakukan oleh kelompok yang tergabung dengan ISIS. Menurut Wawan, serangan bom itu juga terjadi di beberapa negara sebelumnya. “Kaitannya dengan jaringan Internasional ISIS di Manchester (Inggris), di Filipina Selatan, terus Indonesia,” kata Wawan.

Menurut beberapa pernyataan diatas bahwa aksi teror bom yang terjadi akhir-akhir ini adalah aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok ISIS. Teror bom dijadikan legitimasi oleh pemerintah untuk mendesak segera menyelesaikan RUU antiterorisme dengan fokus menjerat siapa saja yang bertentangan dengan pemerintah.

Seperti yang dilansir dalam detik.com bahwa para ulama dan kiai mendukung langkah Presiden Jokowi untuk mempercepat Revisi Undang-Undang Terorisme. Terlebih peran ulama di tengah-tengah masyarakat dapat menumpas ideologi teror. Keinginan presiden (RUU Terorisme) sejalan dengan amanah para ulama dan kiai se-Jawa Timur.

Ujar ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Muhaimin Iskandar dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu 28 Mei 2017. Muhaimin mengatakan bahwa munculnya dukungan dari para ulama dan kiai se-Jawa Timur lantaran melihat kondisi yang terjadi baru-baru ini. Terlebih pada teror bom bunuh diri di Kampung Melayu. Menurut Muhaimin para ulama khawatir akan maraknya gerakan radikalisme dan terorisme.

“Peran penting ulama dan kiai sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan kehidupan yang damai saling menghormati. Islam tidak mengajarkan sifat-sifat destruktif, apalagi mengajarkan radikalisme dan terorisme. Islam menghargai dan menghormati perbedaan. Karena itu kita harus mengantisipasi agar umat Islam tidak terlibat dalam gerakan radikalisme dan terorisme.” ucapnya.

Berdasarkan penyataan Muhaimin terkait hal ini, RUU ini nantinya juga bisa menjadi alasan menyeret tindakan berbau radikalisme menjadi setara terorisme. Mengapa tidak? Saat ini masyarakat dan media massa selalu mengkaitkan teror bom dengan kelompok, gerakan atau oganisasi Islam. Dari sekian kemungkinan, bisa saja teror bom itu sengaja dilakukan oleh orang atau kelompok tertentu untuk mengacaukan masyarakat dan negara ini demi kepentingan politik mereka sambil menyudutkan Islam dan melakukan provokasi yang keji.

Alhasil, kelompok Islam yang menyerukan pemikiran Islam kaffah menjadi sasarannya dengan menyebutnya sebagai Islam Radikal, ekstrim dan sebagainya. Oleh karena itu, dari pihak kepolisian haruslah segera menangkap otak peledakan dan mengungkap motif tindakan itu. Hanya dengan cara ini saja segala macam keresahan ditengah masyarakat bisa dihentikan.

Menurut pandangan Islam tindakan pelaku teror bom ini dinilai sebagai tindakan yang sangat dzalim. Syariat Islam dengan tegas melarang siapapun dengan motif apapun membunuh orang lain tanpa haq atau tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariah, apalagi membunuh dirinya sendiri, merusak milik pribadi dan fasilitas milik umum serta menimbulkan korban luka-luka.

Allah Berfirman: “Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak diantara mereka setelah itu melampaui batas di bumi”. {QS. Al- Maidah(5):32}

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa Islam melarang kita untuk membunuh manusia tanpa haq atau tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat (qisas). Inilah salah satu tujuan utama diturunkannya syariat, betapa Islam sangat menjaga jiwa manusia (Hifdz An-Nafs). Dimana ketika syariat islam diterapkan ditengah-tengah kehidupan kita, tidak akan terjadi peristiwa teror bom seperti apa yang terjadi di kehidupan kita yang sekarang ini.

Karena memang negara menjaga seluruh aspek kehidupan. Maka haruslah kita kembali pada hukum-hukum Allah, hukum yang berasal dari sang Khaliq. Oleh karena itu, di tengah-tengah kondisi seperti ini kita haruslah senantiasa lebih semangat untuk memperjuangkan tegaknya kembali hukum Islam di bumi Allah. Jika sistem Islam Kaffah terwujud dalam kehidupan maka terlindungilah seluruh keselmatan, keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Dan terselesaikanlah seluruh problematika masyarakat dengan kedamaian yang sesuai dengan fitrah yang hakiki. Wallahu A’lam.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here